MAKALAH UJIAN PRAKTEK (DREAM SCREEN)

DREAM SCREEN

Makalah Ini Disusun Dalam Rangka Memenuhi Nilai Ujian Praktek Mata Pelajaran TIK , Penelitian Ilmiah dan Bahasa Indonesia



Disusun Oleh :
1.        Ang Jessica Antonia                                    XII IPA 2 / 06
2.        Ellen Lawrencia Yahya                              XII IPA 2 / 12
3.        Guntur Christian Yunior Putra Ndolu        XII IPA 2 / 14
4.        Kevin Bodhikumaro Sutanto                     XII IPA 2 / 18



SMA SANTA MARIA SURABAYA
JALAN RAYA DARMO 49 SURABAYA
TAHUN 2017






Kata Pengantar

Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan memiliki rasa kerja sama yang tinggi antar satu sama lain sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu dikarenakan pembagian tugas yang efektif. Selain itu juga, kami pun berterima kasih kepada pihak atau guru pembina yang telah rela membuang waktunya untuk mau membantu kami dalam pengerjaan makalah ini. Oleh sebab itu, kami pun  menyampaikan limpah terima kasih kepada :
1. Bapak Ruslan, S.Kom, sebagai guru TIK telah membimbing penulisan program  serta Flowchart program yang dilampirkan.
2. Bapak F.X. Rudy Prasetya,SS.,M.Med.Kom, selaku guru Bahasa Indonesia telah membimbing penulisan makalah Ujian Praktik  ini
3. Bapak drs. I Ketut Samudra,ST.,M.Pd. selaku guru Mulok KWU telah   membimbing pembuatan proyek maket Dream Screen.
Makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurna dan luar biasa sehingga dibutuhkan  kritik dan saran yang membangun dari pembaca dan pembina. Dengan demikian makalah ini menjadi makalah yang berkualitas dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi setiap orang.


DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL 
KATA PENGANTAR.. ii
DAFTAR ISI. iii
BAB I. 1
A.   Latar Belakang. 1
B.    Rumusan Masalah. 1
C.    Tujuan dan Manfaat 2
D.   Batasan Istilah. 2
BAB II. 3
A.   Bioskop. 3
B.    Dream Screen. 3
C.    Microcontroller 3
D.   Kerangka Konsep Berpikir 5
BAB III. 6
A.   Dream Screen. 6
B.    Alat dan Bahan. 6
C.    Blog Diagram Proyek. 6
D.   Cara kerja Proyek Umum.. 7
BAB IV.. 8
A.   Spesifikasi Market 8
B.    Kinerja Proyek. 8
C.    Flowchart Program.. 9
D.   Lampiran Program TurboC++ Versi Arduino. 9
BAB V.. 11
A.   Kesimpulan. 11
B.    Kesan dan Saran 
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada era modern sekarang ini, setiap pribadi saling bersaing dan bekerja keras agar menghasilkan nafkah untuk memenuhi kebutuhannya. Tak terlepas dengan hal bekerja, setiap pribadi pun membutuhkan hiburan. Salah satu hiburan yang sering menjadi ajang hiburan bagi setiap orang ialah dengan menonton layar kaca (bioskop). Hal itu dibuktikan dengan setiap kali keluarnya sebuah film terbaru, setiap masyarakat memiliki antusiasme yang tinggi untuk berpartisipasi dalam menonton tayangan film tersebut. Akan tetapi, ketika setiap orang menonton film bioskop pasti tak terlepas dengan adanya kekurangan dari salah satu sarana hiburan masyarakat ini, di antaranya dengan sistem cara kerja yang terkadang salah atau lalai dalam bekerja diantaranya adanya kesalahan teknis di mana terkadang lampu bioskop nyala ketika film sedang ditayangkan, filmnya tersendat ketika sedang ditayangkan acara filmnya serta kurangnya disiplin waktu dalam hal menayangkan film sehingga terjadi keterlambatan jam tayang yang tidak tepat pada waktunya dan tak terlepas pula dengan kurangnya cara kerja dari audio yang kurang maksimal sehingga seringkali tidak menghasilkan audio yang enak didengar. Itulah kenyataan yang sekarang  dialami oleh setiap masyarakat ketika menonton bioskop. Dampaknya dapat mengurangi jumlah konsumen yang ingin menikmati dunia perhiburan layar kaca.
Setiap sosok seorang manusia pasti menginginkan agar hiburan menjadi obat untuk menawarkan rasa kelelahan dalam bekerja. Oleh sebab itu, semoga dengan adanya salah satu sarana Dream Screen ini, setiap sosok dapat menikmatinya dengan didukung oleh berbagai sarana yang memadai sehingga setiap orang pun yang ingin menikmatinya dapat merasakan kepuasan yang maksimal.
Berdasarkan kenyataan dan harapan yang dipaparkan di atas, penulis merancang dan membuat sebuah proyek mengenai salah satu hiburan masyarakat yakni Dream Screen. Dream Screen ini dikendalikan oleh mesin sehingga dapat bekerja dengan lebih efisien sehingga tidak terjadi kejanggalan atau gangguan yang timbul ketika masyarakat sedang menikmati dunia hiburan layar kaca dan akan menampilkan kualitas film yang  jernih.
B.     Rumusan Masalah
Rumusan Masalah secara umum:
Bagaimana cara kita merancang sebuah proyek biosko sehingga dapat bekerja dengan maksimal dan dapat meminimalisir kejanggalan yang terdapat di dalam bioskop?
Rumusan masalah kita uraikan lebih spesifik antara lain
1.      Bagaimana bentuk dan model dari proyek Dream Screen?
2.      Bagaiman proses cara kerjanya sistem proyek Dream Screen?
3.      Bagaimana cara menghubungkan atau merancang program kelistrikannya?

C.     Tujuan dan Manfaat
Tujuan : Merancang dan mendirikan bentuk maket yang memiliki banyak kegunaan dan fungsi untuk menekan jumlah gangguan yang timbul dalam bioskop
Manfaat : Dream Screen bentuk maket dapat dimanfaatkan setiap orang seperti untuk mengisi waktu luang setelah bekerja dengan lelah sehingga masyarakat dapat merasakan kehiburan yang dapat memuaskan.
D.    Batasan Istilah
Dream Screen artinya layar bioskop yang dapat bekerja untuk mengurangi berbagai gangguan yang dialami pada bioskop sekarang ini dan akan menampilkan layar yang diimpi – impikan oleh setiap orang.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    Bioskop
Bioskop (Belanda: bioscoop dari bahasa Yunani βιος, bios (yang artinya hidup) dan σκοπος (yang artinya "melihat") adalah tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar. Bioskop :pertunjukan yang diperlihatkan dengan gambar (film), yang disorot sehingga dapat bergerak (berbicara); film; gedung pertunjukan film cerita. Cineplex merupakan perkembangan dari bioskop. Keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu tempat pertunjukan film. Yang membedakannya adalah jumlah teater tempat pertunjukan filmnya. Bioskop umumnya hanya memiliki satu teater dalam satu bangunan, tetapi Cineplex memiliki lebih dari satu teater dalm satu bangunan. Karena memiliki banyak pilihan teater untuk menonton film, maka bioskop kemudian disebut sinema kompleks (Cineplex).
Klasifikasi bioskop berdasarkan banyaknya layar (Edison Nianggolan, 1993), bioskop dibagi menjadi satu. Bioskop tradisional atau konvensional Bioskop ini hanya mempunyai layar tunggal. Film yang ditawarkankurang bervariasi, tetapi memilki kapasitas yang besar dua. Bioskop Cineplex Bioskop ini mempunyai layar lebih dari satu, sehingga film yang ditayangkan lebih variatif. Memiliki ruang pertunjukan yang banyak dengan tempat duduk yang lebih sedikit.
https://id.wikipedia.org/wiki/Bioskop
B.     Dream Screen
Dream screen merupakan inovasi yang timbul dari sekelompok siswa SMA Santa Maria Surabaya yang berpusat dalam bidang bioskop atau layar kaca di mana sistemnya menggunakan mesin sehingga dapat menjangkau dan mengatasi berbagai kejanggalan yang timbul atau hadir di tengah pertunjukkan film ini. Dream screen ini pun telah memperbaiki berbagai  kelemahan yang timbul  sehingga kelemahan – kelemahan yang terdapat pada bioskop  dapat diredam dan diminimalisir sehingga maket Dream Screen ini dapat membuat setiap pribadi sangat mencintai dunia layar kaca.
C.     Microcontroller
Mikrokontroler adalah sebuah sistem komputer fungsional dalam sebuah chip. Di dalamnya terkandung sebuah inti prosesor, memori (sejumlah kecil RAM, memori program, atau keduanya), dan perlengkapan input output. Dengan kata lain, mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Sekedar contoh, bayangkan diri Anda saat mulai belajar membaca dan menulis, ketika Anda sudah bisa melakukan hal itu Anda bisa membaca tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel dan sebagainya, dan Andapun bisa pula menulis hal-hal sebaliknya. Begitu pula jika Anda sudah mahir membaca dan menulis data maka Anda dapat membuat program untuk membuat suatu sistem pengaturan otomatik menggunakan mikrokontroler sesuai keinginan Anda. Mikrokontroler merupakan komputer didalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Secara harfiahnya bisa disebut “pengendali kecil” dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini. Mikrokonktroler digunakan dalam produk dan alat yang dikendalikan secara automatis, seperti sistem kontrol mesin, remote controls, mesin kantor, peralatan rumah tangga, alat berat, dan mainan. Dengan mengurangi ukuran, biaya, dan konsumsi tenaga dibandingkan dengan mendesain menggunakan mikroprosesor memori, dan alat input output yang terpisah, kehadiran mikrokontroler membuat kontrol elektrik untuk berbagai proses menjadi lebih ekonomis. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka :
• Sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas
• Rancang bangun sistem elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari sistem adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi
• Pencarian gangguan lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak Agar sebuah mikrokontroler dapat berfungsi, maka mikrokontroler tersebut memerlukan komponen eksternal yang kemudian disebut dengan sistem minimum. Untuk membuat sistem minimal paling tidak dibutuhkan sistem clock dan reset, walaupun pada beberapa mikrokontroler sudah menyediakan sistem clock internal, sehingga tanpa rangkaian eksternal pun mikrokontroler sudah beroperasi. Yang dimaksud dengan sistem minimal adalah sebuah rangkaian mikrokontroler yang sudah dapat digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi. Sebuah IC mikrokontroler tidakakan berarti bila hanya berdiri sendiri. Pada dasarnya sebuah sistem minimal mikrokontroler AVR memiliki prinsip yang sama.
Ø  Bahasa pemrogram Microcontroler ATmega328 Arduino
Nama bahasa pemrograman Microcontroler Atmega328 adalah turboC++ versi arduino:
1. Bagan pokok Program Arduino
Void setup (){} //program inisialisasi atau setting hardware
Void loop (){} //program berulang - ulang
2. Bagan umum Program Arduino
Variabel1;
Variabel2;
Variabel3;
Void setup() // program inisialisasi atau setting Hardware
{                   // start
Pernyataan1;
Pernyataan2;
Pernyataan3;
}                  //end
Void loop() {} // program berulang - ulang
{                      // start
Pernyataan4;
Pernyataan5;
Pernyataan6;
}                   //end

D.    Kerangka Konsep Berpikir


  




BAB III
PERENCANAAN PEMBUATAN PROYEK


A. Dream Screen
            Bioskop Dream Screen ini masih dalam bentuk maket yang terdiri dari 2 tingkat tempat duduk. Tiap tempat duduk memuat dua orang. Dalam maket ini, bioskop dapat menampung delapan orang. Selain itu, terdapat pula proyektor, layar LCD beserta gorden yang menutupi LCD. Proyektor dikendalikan oleh operator dengan menggunakan saklar.
           
B. Alat dan Bahan
1. Mekanik Proyek


  1. Dupleks
  2. Lem
  3. Stik es krim
  4. Plastik mika
e.       Senar gitar
f.       Tusuk sate
g.      Kain gorden
h.      Kayu balsa
i.        Pylox
j.        Cutter
k.      Alat tulis
l.        Bor
m.    Penggaris
n.      Solder



2. Elektronika


  1. Mikrokontroller arduino
  2. Lampu LED
  3. Kabel
  4. Timah solder
  5. Baterai dan tempat baterai
  6. Sensor LDR
  7. Resistor
  8. Saklar

C. Bog Diagram Proyek

 























D. Cara Kerja Proyek Umum

            Pada saat film yang akan diputar jam tayang. Lampu bioskop akan mati dan tirai penutup LCD akan terbuka. Lalu, film pun akan terputar melalui proyektor yang dikendalikan oleh operator. Pada saat penayangan film telah selesai, maka lampu akan kembali nyala.

BAB IV
ANALISIS DATA PROYEK

A. Spesifikasi Maket
Spesifikasi maket bioskop Dream Screen dirancang dengan ukuran kecil:
·         Luas area                                           : 30 x 30 cm
·         Luas bangunan                                  : 30 x 30 cm
·         Perbandingan maket dan real            : 1 : 1.000
·         Panjang bangunan                             : 30 cm
·         Lebar bangunan                                : 30 cm
·         Tinggi bangunan                               : 30 cm
Spesifikasi Bahan:
·         Alas dupleks                                     : 30 x 30 cm
·         Bahan dinding                                   : dupleks
·         Lem merk G
Spesifikasi Alat Listrik:


·         Mikrokontroller type atmega328
·         LED persegi dengan dimensi 2x5x7 mm berwarna putih (vcc: 3.0-3.2 V)
·         LED persegi dengan dimensi 2x3x4 mm berwarna kuning (vcc: 2.0-2.2 V)
·         2 buah Baterai 1.5 V
·         Saklar lampu proyektor
·         Sensor LDR
·         Timah ukuran 40x60
·         Kabel listrik kawat tembaga

B. Kinerja Proyek
Kelebihan proyek
                   Kelebihan dari proyek ini adalah dapat mensimulasi prototype bioskop masa depan (Dream Screen) dan diiharapkan dapat direalisasi dengan ukuran sesuai kebutuhan kapasitas dalam menampung pengunjung. Alat kontrol ini akan secara otomatis membuka tirai gorden yang menutup layar LCD serta mematikan lampu. Lama waktu lampu mati disesuaikan lama penayangan film dengan mengubah kontrol waktu program.     
Kelemahan proyek
Bahan maket yang terbuat dari dupleks menyebabkan maket akan sangat rawan terhadap air dan angin dalam kurun satu sampai dengan tiga bulan. Selain itu, maket juga menjadi mudah melengkung dan rusak jika tidak diletakkan di tempat yang aman.
C. Flowchart Program
 


D. Lampiran Program TurboC++ Versi Arduin
int c;
void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(7,OUTPUT); // Lampu bioskop
pinMode(8,OUTPUT); // Motor 
pinMode(9,OUTPUT); // Motor
}

void loop() {
c=analogRead(A1);
Serial.print("Nilai kecerahan cahaya= ");
Serial.println(c);
if(c>=100){ 
  //Jika proyektor nyala
  digitalWrite(7,LOW);
  digitalWrite(8,HIGH);
  digitalWrite(9,LOW); 
  delay(5000);
  digitalWrite(7,HIGH);
  delay(5000);
}
else if (c<=100) {
  //Jika proyektor mati (film selesai)
  digitalWrite(7,HIGH);
  digitalWrite(8,LOW);
  digitalWrite(9,HIGH);
}
}


BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
       Bioskop Dream screen dapat mengatasi segala masalah teknis yang kerap kali terjadi pada saat penonton menonton di bioksop pada umumnya. Dream screen dikendalikan oleh mesin sehingga membuat operator bekerja lebih efisien dan dapat memaksimalkan kenyamanan penonton dengan kualitas audio serta gambar yang baik.
B. Kesan dan Saran
Kesan
       Dengan adanya kerja kelompok dalam membuat proyek dream screen, kami menjadi lebih akrab dan mengenal satu sama lain. Selain itu membuat menajamkan kepekaan terhadap sesama dan saling membantu baik dalam mendapat ide untuk proyek dan pembuatan maket, program, dan makalah.
Saran
       Untuk kedepannya, sebaiknya pemilihan bahan dalam pembuatan maket menggunakan bahan yang tahan air dan tidak cepat rusak. Selain itu, kolaborasi ujian praktek dapat ditingkatkan menjadi lebih dari 3 agar tercipta efisiensi waktu dan tenaga dalam pengerjaan ujian praktek mengingat minimnya waktu yang dimiliki oleh anak kelas 12, sekaligus membantu siswa dan guru agar ujian praktek dapat dilakukan dengan mudah.


DAFTAR PUSTAKA

·         http://salujoelectra.blogspot.co.id/2012/01/apa-itu-mikrokontroler_17.html
diakses pada tanggal 30 November 2017 pukul 18.24





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini